Jejak Kata :
Home » » CARA MENGIRIM CERPEN KE TRIBUN JABAR

CARA MENGIRIM CERPEN KE TRIBUN JABAR

Written By Mang Yus on Rabu, 31 Agustus 2016 | 08.57

Cerpen Tribun Jabar

TRIBUN JABAR adalah sebuah harian yang terbit di Bandung. Tapi meski terbit di daerah, TRIBUN JABAR tidaklah bersifat kedaerahan. Banyak cerpenis dari pelosok seluruh Indonesia berlomba mengirimkan cerpennya ke TRIBUN JABAR. Makanya kalau kita perhatikan setiap minggunya, selalu bergiliran cerpenis dari berbagai daerah di Indonesia.
TRIBUN JABAR termasuk selektif dalam memilih cerpen. Mungkin karena redakturnya, Hermawan Aksan, adalah sastrawan yang sudah berpengalaman. Nah, bagaimana kalau kita ingin mengirim cerpen ke TRIBUN JABAR?
Hal pertama yang harus diperhatikan adalah panjang halaman. Di TRIBUN JABAR halaman untuk cerpen berbagi dengan ulasan buku dan kolom dari wartawan (redaktur). Ruangan untuk cerpen sendiri sekitar 7.500 karakter (dengan spasi). Sekitar empat tahun lalu saat pertama saya mengirim cerpen ke TRIBUN JABAR, mendapat balasan seperti ini: Wah, belum dibaca pun ini cerpen tidak bisa dimuat, kepanjangan. Tentu saja, karena cerpen yang saya kirim waktu itu sekitar 12.000 karakter.

Syarat lainnya, buatlah cerpen sebagus mungkin (minimal menurut penulis masing-masing). Meski penulis hebat selalu berpendapat: cerpen bagus itu belum dituliskan; tapi kirimlah cerpen yang bagusnya nomor dua, tiga, dan seterusnya. Bagaimana standar cerpen yang bagus? Nah, bacalah sebanyak-banyaknya cerpen dan belajarlah secepat-cepatnya. Minimal pelajari cerpen-cerpen yang pernah dimuat TRIBUN JABAR. Googling... Googling... itu tahapan wajib untuk saat ini.
Bila sudah merasa ok, panjangnya sudah ok, tinggal kirim ke email : cerpen@tribunjabar.co.id , atau hermawan_aksan@yahoo.com. Empat tahun yang lalu cerpen saya dimuat TRIBUN JABAR sekitar tiga minggu setelah pengiriman. Setahun belakangan ini rata-rata dua bulan setelah pengiriman baru dimuat. Cerpen yang ditolak? Wah, jangan diceritain soal yang itu. Pasti setiap penulis punya daftar panjang naskah-naskahnya yang belum bisa dimuat atau ditolak itu. Jadi...
Saran saya, kirimlah terus, minimal satu cerpen setiap bulan. Pantau juga korannya, baca cerpen yang dimuatnya. Bila tidak memungkinkan, gabung di grup facebook Sastra Minggu atau Sastra Koran Majalah. Biasanya selalu ada informasi pemuatan cerpen di koran/majalah di grup itu. Kalau mau lihat langsung, buka saja: http://jabar.tribunnews.com. Hari Minggu sore, sekitar pukul 17.00 WIBB, biasanya TRIBUN JABAR sudah bisa dibaca e-pappernya.
Satu lagi informasi, mengenai honornya. TRIBUN JABAR termasuk media cetak terdepan dalam pembayaran honor. Seminggu setelah pemuatan, sekitar hari Selasa-Rabu, honor langsung ditransfer. Bila pertama kali cerpenmu dimuat, biasanya bagian keuangan akan menghubungi melalui telepon, meyakinkan nomor rekeningmu. Bila sudah berkali-kali dimuat, honor biasanya langsung ditransfer. Besarnya Rp 300.000.
Jadi, selamat mencoba....
Ini contoh cerpen-cerpen saya yang pernah dimuat TRIBUN JABAR:
1.       WASIAT MAMA
2.       SANGKURIANG
3.       ORANG GILA
4.       DONGENG BUNGA MAWAR
6.       AIRMATA AYAH
7.       SEBUTIR KURMA DI PIRING WALI
8.       LUKISAN
9.       DEWI

10.   SI PENGKOR
11. SIT-UNCUING

Share :

16 komentar:

Pratidina Evadianty mengatakan...

Apakah Tribun Jabar juga menerima penerbitan gambar/komik?

Pratidina Evadianty mengatakan...

Maksud saya, selain untuk cerpen.

Pratidina Evadianty mengatakan...

Maksud saya, selain untuk cerpen.

Pratidina Evadianty mengatakan...

Apakah Tribun Jabar juga menerima penerbitan gambar/komik?

Mang Yus mengatakan...

Setahu saya di Tribun Jabar tidak ada rubrik komik/kartun. Selain cerpen, yang bisa dikirim penulis lepas adalah carpon (cerpen berbahasa Sunda) dan opini. Biasanya komik/gambar yang banyak membutuhkan adalah penerbit buku....

Diah Utami mengatakan...

Informasi yang menarik. Makasih :)

Keluarga Semilir mengatakan...

Sama-sama mbak Diah.

Rina siti Mulkiyah mengatakan...

kalau kurang dari 7500 karakter bagaimana? terus saya lihat dari gambar diatas setiap carpon ada gambarnya gitu, memang ketika pengiriman carpon disertakan juga dengan gambar?
Oh iya untuk format pengirimannya bagaimana?
Mohon Informasinya.
terima kasih sebelumnya ^^

Mang Yus mengatakan...

Kurang atau lebih sedikit tidak apa-apa. Gambar sudah dibuatkan oleh redaksi. Kirimkan file ms word saja. Selamat mencoba ya....

Unknown mengatakan...

Penulisan biodatanya gimana ya,

Mang Yus mengatakan...

Contoh Biodata:

Unknown suka cerpen sejak kecil. Tapi baru berani mengirimkan karangannya (cerpen) beberapa tahun belakangan ini. Belajar lebih lanjut dari membaca dan ceramah para pengarang. Beberapa tulisannya sudah dimuat Republika, Indopos, Solo Pos, Suara Karya, dsb. (Kalau belum ada karya yang dimuat, belum punya buku, juga tidak masalah)

Nama pena : Kalau ada
Nama di KTP : Unknown
Alamat : Jalan Sini no. 25
BANDUNG 45365

No Rekening: 1234566
Bank BNI cabang Bandung
Atasnama: Unknown

Unknown mengatakan...

Apakah pihak redaksi memberitahu kalau transfer sudah dilakukan?

Keluarga Semilir mengatakan...

Bila pertama dimuat biasanya nelepon (memastikan no rekening) sebelum transfer. Tapi bila sudah beberapa kali dimuat biasanya langsung transfer. Biasanya seminggu setelah dimuat transfernya sudah masuk. Saya biasa cek di internet banking. Sudah belasan kali dimuat Tribun Jabar, dan transfernya selalu masuk hari Selasa/Rabu.

Enigmazx mengatakan...

ketentuan font atau spasinya ada gak ya?

Keluarga Semilir mengatakan...

Saya biasa nulis dengan font TNR, 1.5 spasi. Tapi sepertinya tidak ada ketentuan khusus, jadi bisa juga dengan font lain.

Nurhasanah Siti mengatakan...

Apakah tema cerpen itu ditentukan dari sana apa tema nya bebas

Posting Komentar

 
Copyright © 2013. Dongeng YusR.Ismail. All Rights Reserved. Template by Mastemplate. Web Developed by Jendela Seni